Untuk kesekian kalinya jalanku berhenti. Tak seperti biasanya, aku tak bisa lari dari dinding yang memaksaku untuk menghentikan langkah. Dulu aku bisa berbalik arah atau memilih jalan lain untuk menghindari dinding itu. Namun kali ini dinding itu tak hanya ada didepanku, semua sudut dan celah untukku berpaling telah tertutup. Sudut dan celah yang sering aku gunakan untuk lari dari dinding itu kini hilang.
Hal ini membuatku berhenti sejenak guna mengumpulkan tekad dan keberanian untuk melampauinya. Namun ternyata perhentianku tidaklah sebentar. Tak terasa waktu telah berlalu. Terlalu lama bagiku untuk berdiam dan selalu berfikir apa yang harus ku lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar